Sebenarnya saya anggota KPPS TPS 25 pemilihan PIlgub Sulsel tidak jauh dari rumah. Cuman saya merasa tidak bisa aktif karena itu jauh-jauh hari saya sudah mengundurkan diri.

Minat saya terhadap pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan kali ini memang sangat rendah. Dari tiga calon gubernur tidak ada yang menarik menurut saya. Karena itu partisipasi saya untuk meramaikan juga sangat rendah.

Nah hari ini sewaktu pemilihan sudah dimulai saya malah tertidur sampai siang. Waktu bangun, TPS sudah ditutup, yaa saya jadi Golput. Tapi meskipun mau memilih saya tidak tahu mau pilih siapa. So, selamat saja pada Gubernur terpilih,, semoga sulsel makin sejahtera.

20130123-011807.jpg

Sejak bulan Desember 2012 saya mempunyai satu kebiasaan baru yaitu naik sepeda. Jadi setiap sore sekitar 20 menitan saya akan keliling-keliling naik sepeda. Bahkan dulu kalau mau ke kolam renang saya pasti naik motor atau mobil, sekarang saya naik sepeda.

Sebenarnya ada tiga alasan kenapa saya naik sepeda sore-sore. Pertama, tentu karena ingin sehat, kedua, karena sulit bangun pagi-pagi cuman untuk naik sepeda, ketiga, pengen cuci mata alias pengen liat yang bening-bening di jalanan. Sore-sore waktunya pulang kerja, mata bisa jadi bersih sih sih sihh.

Masalahnya adalah kota Makassar bisa dibilang masih jauh dari akrab terhadap pengendara sepeda. Pengendara sepeda di Makassar memiliki risiko tinggi menabrak atau ditabrak. Faktor lainnya, debu di jalanan yang nauzubillah plus asap knalpot kendaraan. Maksud hati pengen cuci mata malah mata jadi kelilipan debu. Huuh! Keringat sih dapat tapi polusi udaranya juga dapat. Satu-satunya solusi bersepeda yang nyaman adalah naik sepeda jam 5 pagi. Aakh!

Oiya saya menginstal aplikasi Running + Nike di handphone saya. Aplikasi ini sangat bagus, jadi sambil naik sepeda, aplikasi akan bekerja mengitung jarak dan waktu, hebatnya lagi rute bisa kita share karena ada fasilitas gps di dalamnya. Dari perhitungan alat ini rata-rata saya naik sepeda sampai tiga mil perhari dengan waktu sekitar 20 menit.

Nanti akan saya review aplikasi ini lebih detailbdi postingan yang lain.

Beberapa hari ini saya sangat terobsesi makan ubi goreng dan minum sarabba di jalan sungai cerekang. Hujan deras dan dingin memang berasosiasi dengan minuman hangat khas Makassar Sarabba.

Alhamdulillah ini malam keinginan itu terwujud setelah beberapa hari selalu tertunda. Ini malam cuaca lumayan bersahabat, hujan sepertinya istirahat setelah seminggu penuh turun dengan derasnya.

Yang belum liat fotonya ini dia foto sarabba plus ubi goreng.

20130108-214154.jpg

Dua hari ini Makassar hujan deras, secara pribadi sih saya senang saja. Saya suka dengar suara hujan, ribut suaranya di genteng, juga senang lihat pancuran yang menyembur kena tembok karena pipa talang air kekecilan. Pokoknya senang sekali liat hujan, asal tidak mati lampu saja.

Sebagai orang yang work at home saya tidak memiliki keluhan tentang jalanan banjir ataupun macet. Lawong saya kerjanya di rumah depan komputer. Selama tidak mati lampu dan koneksi internet stabil hujan deras gak masalah.

Naaaah masalah tentang macet yang sering saya baca di status bbm dan facebook akhirnya saya rasakan juga malam ini. Tepatnya di jalan pettarani sewaktu ngantar bapak ke daya untuk acara taksiah Pak Pasambangi, teman dekat si Bapak.

Injak pedal gas satu kali trus rem, tunggu lima menit baru injak gas lagi. Begitu seterusnya. Di radio Suara Celebes banyak penelpon yang sama seperti saya juga terjebak macet di Pettarani. Umumnya mereka minta separator jalan di buka saja karena mempersempit jalur kendaraan.

Lagi asik-asiknya, tiba-tiba satu penelepon mengaku bernama Pak Udin, dia bilang sedang santai dan tidak ada macet-macetan apalagi banjir di rumahnya. Setelah ngobrol panjang lebar si Pak Udin akhirnya bilang kalo rumahnya itu di Baranglompo (sambil tertawa-tawa)… preeett itu pulau pak, ya gak macetlahh disana. :hammer: *tendang