Img00629-20100630-1601

Merasa tenteram bersama Tuhan, menjadi seperti bayi di dalam buaian Tuhan. Menjadi anak sang waktu. Bernafas dengan lega. Semua itu adalah jawaban para sufi ketika ditanya “apa artinya menjadi seorang sufi?”

Tulisan2 di dalam buku ini mengajarkan cara-cara menggali diri jauh ke dalam jiwa, mengajarkan kesadaran dan ketidaksadaran serta prinsip meditasi.

Ini kiriman teman via BBM. Isinya bagus jadi di save di blog supaya tidak hilang dan bermanfaat bagi yang lain. Selamat membaca.

Participants:
————-
Anshar Amin, Ms. D

Messages:
———
View recent messages
Ms. D: How to Stay Young-n-Happy

1. Buang jauh dari pikiran kamu tentang hal-hal yang tidak terlalu penting (umur, berat badan, tinggi badan, dll) Biarkan dokter yang mengkhawatirkan hal-hal tsb. Karna itulah alasan kita membayar mereka.

2. Bertemanlah dengan orang- orang yang membuatmu ceria. Karena orang yang terlalu banyak berkeluh kesah & sukar menikmati hidup, akan memberikan dampak negatif padamu

3. Jangan pernah berhenti untuk belajar:
Pelajari lebih banyak tentang komputer, berkebun, kerajinan tangan,perdalam hobi ataupun hal-hal lainnya.

Jangan biarkan otak kamu istirahat terlalu lama.
Karna setan akan mengambil alihnya.
Dan setan itu dikenal dengan nama ALZHEIMER !!!

4. Nikmatilah hal-hal sekecil apapun.

5. Sering-seringlah tertawa, bahkan sekeras yang kamu mau. Tertawalah sampai kamu merasa seperti kehabisan nafas.
Dan jika kamu mempunyai teman yang bisa melakukan itu, banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan nya.

6. Jika kamu bersedih, menangislah. Airmata memang diperlukan dalam hidup ini. Namun, bangkitlah segera.
(saat kehilangan seseorang, ketika menghadapi masa sulit, ataupun masalah percintaan, dll )
Karna sesungguhnya satu-satunya orang yang akan selalu bersama kita, hanya diri kita sendiri. Yang lain, hanya titipan-Nya.
“LIVE while you are alive..”

7. Kelilingi dirimu dengan hal-hal yang kamu sayangi :
(mungkin keluarga, binatang peliharaanmu, musik, hobi, kekasih, dll )
Rumah mu adalah tempat dimana kamu berlindung.

8. Jagalah kesehatanmu :
Jika saat ini dalam keadaan baik, pertahankan itu.
Jika saat ini dalam keadaan tidak stabil, periksakanlah segera.

9. Jangan katakan sesuatu yang bisa membuat orang lain tersudutkan, merasa bersalah & tidak nyaman.

10. Sampaikan pada orang yang kamu sayangi bahwa kamu menyayangi mereka.
Sampaikanlah pada setiap kesempatan yang kamu bisa.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Surat cinta Bj Habibie ini dikirim via Blackberry Messenger oleh seorang teman.

Benar atau salah ini tulisan Pak Habibie, isinya sangat bagus.. Menginspirasi. Saya copy paste ke blog ini supaya tidak hilang. 🙂

SURAT BJ HABIBIE: Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….​BJ.HABIBIE

Posting ini dapat dari message di Facebook, semoga bermanfaat.

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu. Tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri. Tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati. Tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam. Tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang. Tapi bagaimanapun, berbuat baiklah. Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu, bukan urusan antara engkau dan mereka…

Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milik-ku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan, Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya, bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya, bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya, bahwa putraku hanyalah titipan-Nya.

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: Mengapa Dia menitipkan itu padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan, seolah semua “derita” adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Ya Allah..
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
::

Thanks to Ms. D

Pada jaman dahulu, ada seorang kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau. Tentu saja, sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik ke atas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin. Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk pergi secepat mungkin. Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat. Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah? Sekarang saya sekarat dan aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri.”

Kisah di atas sama dengan perjalanan hidup kita. Setiap hari kita memaksa diri kita dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasaan atau ketenaran. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, keindahan lingkungan sekitar dan hobi yang kita sukai. Suatu hari, ketika kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak membutuhkan uang, kekuasaan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita tidak bisa mengembalikan waktu-waktu yang telah kita lewatkan.

Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran.

Hidup ini jelas bukan tentang pekerjaan! Bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup sehingga kita bisa menikmati keindahan dan kebahagian dari kehidupan.

Hidup adalah keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga dan waktu pribadi.

Anda harus memutuskan bagaimana anda ingin menyeimbangkan hidup anda.

Tentukan dan atur prioritas hidup anda. Hidup ini rapuh, Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan hidup anda, seimbangkan gaya hidup dan nikmatilah KEHIDUPAN..