Setelah mereview ADNOW tahun lalu yang masih beriklan di web saya sampai hari ini, kali ini saya akan mereview MGID. Apakah bagus atau tidak, setidaknya untuk website saya.

Jadi, sekitar 4 hari yang lalu saya mencoba-coba menggunakan MGID untuk memonetisasi trafik website. Network ini direkomendasikan oleh beberapa blogger karena memiliki sistem yang baik dan script yang tidak memberatkan website.

Selain itu, kita bisa memilih tampilan iklan seperti yang kita mau. Ukuran banner lengkap dan iklan mobile mereka juga terlihat menarik.

Saya sendiri memilih menggunakan banner 1 biji image yang saya letakkan pas di tengah-tengah artikel. Pengalaman saya dengan posisi ini biasanya mendapat pemasukan di atas 5 juta per bulan.

Sayang sekali CPM dari GMID sangat rendah. Bayangkan untuk setiap 1000 impressi saya hanya mendapat $0.04 dan paling tinggi $0.09. Jadi sehari saya hanya bisa memperoleh sekitar $3-$5, sangat jauh dari ekspektasi saya yakni $20 per hari.

Oleh karena itu, saya berhenti menggunakan GMID. Terlalu berisiko bagi SEO memasang banner di tengah artikel, apalagi dengan pemasukan yang sangat rendah.

Kesimpulan saya, GMID tidak direkomendasikan untuk website berbahasa Indonesia. Mungkin teman yang lain memiliki pengalaman berbeda. Silahkan tulis review dan pengalaman menggunakan MGID di kolom komentar.

Berikut ini screenshot 4 hari saya di GMID.

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

 

Bagi teman yang baru migrasi dari PC windows ke sistem Mac tentu akan bingung bagaimana memindahkan password (auto fill) yang ada di browser chrome ke safari.

Begitu pun saya saat pertama kali menggunakan Safari. Bingung karena banyak username dan password yang tidak ingat karena selama ini auto fill dari chrome sewaktu menggunakan Windows.

Tentu saja ini masalah.

Nah, barusan saya searching ke forum-forum Mac dan paham bahwa Safari hanya dapat mengimport Bookmark dan Favourite dari Chrome. Sementara daftar Password yang ada di Chrome tidak bisa diimport otomatis.

Untuk mengakalinya cukup mudah, yaitu mengeksport daftar Password pada Chrome dan menyimpannya sebagai file .csv. Daftar password ini kemudian dibuka menggunakan program ms excell.

Dari situ baru kita pindahkan ke Safari satu per satu. Masih agak ribet tapi masih lebih mendingan dari pada harus buka chrome setiap kali butuh password di safari.

Berikut ini cara export password chrome:

  1. Buka chrome dan ketikkan perintah ini: chrome://flags/#password-import-export
  2. Cari kalimat: Password import and export lalu ubah pengaturannya dari Deafult menjadi Enable.
  3. Sudah itu klik Relaunch Now.
  4. Buka new tab di chrome dan masuk ke Setting dan pilih Manage Passwords.
  5. Nanti akan muncul dua pilihan yaitu Import dan Export. Klik Export untuk memidahkan daftar password ke .csv.

Sudah gitu aja. Cara import file .csv ke safari belum tahu caranya.

Ceritanya begini, hardisk eksternal saya selama ini memang digunakan sebagai tempat untuk memback up file-file penting. Dan selama saya menggunakan pc windows, hard disk ini tetap setiap menemani sebagai tempat menyimpan file.

Masalah baru muncul ketika saya beralih ke macbook 2 minggu lalu. Hardisk yang sudah berusia 10 tahun lebih ini ternyata tidak bisa digunakan di mesin macbook karena format sistemnya berbeda. Kalau windows kan NTFS kalau macbook entah apalah.

Ketika hardisk SATA ini dicolok ke macbook air, dia cuma bisa di copy dan paste saja. Mac tidak bisa menghapus file-file di dalam hardisk. Bingung dong? kenapa bisa?

Akhirnya googling deh.. dan ketahuan bahwa hardisk eksternal harus di wipe atau diformat jika mau digunakan di macbook.

Cara formatnya seperti ini:

  • Ketik command + space untuk membuka spotlight
  • Ketik disk utility
  • Pilih partisi yang akan diformat lalu pilih Erase.
  • Muncul kotak dialog, pilih jenis Format Mac OS Extended (journaled), lalu tekan tombol Erase.
  • Beres deh semua data hilang lang lang.

Dalam kasus saya, hardisk eksternal ini memiliki dua partisi dan saya ingin menghapusnya dan menjadikannya menjadi satu partisi saja.

Masalahnya adalah, tombol partisi yang ada di Disk Utility tidak bisa diklik. Jadi tidak bisa dihapus atau diapa-apain. Lalu bagaimana cara menghapus partisi-partisi itu?

Dari searching di google ketemu jawabnya yaitu menggunakan perintah tertentu di terminal.

  • Ketik command + space untuk membuka spotlight
  • Ketik terminal
  • Ketika perintah ini: diskutil list untuk melihat daftar disk yang terhubung ke macbook
  • Lalu lanjut dengan perintah ini: diskutil erasedisk hfs+ External GPT /dev/disk2

Perintah ini akan menghapus, memformat lalu memberi nama hardisk kita External.

Ya sudah gitu aja. Kalau dapat ilmu baru saat belajar macbook akan saya upload lagi di blog ini, semoga bermanfaat.

Sudah sangat lama saya ingin beralih dari windows ke macbook. Kendala selama ini klasik yaitu harga yang sangat mahal. Ingin beli yang bekas kok rasanya ga nyaman, soalnya barang mahal kalau bekas orang takutnya ada kerusakan, apalagi saya sama sekali tidak paham soal produk-produk Apple.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud minggu lalu. Saya membeli sebuah macbook air di Tokopedia. Sebetulnya kurang lebih 6 bulan terakhir ini saya sudah melakukan riset kecil-kecilan, dari membaca forum-forum mac di kaskus maupun di website-website lokal sampai mencari macbook bekas di olx dan bukalapak.

Saya bahkan mendatangi beberapa penjual macbook di Makassar seperti Ibox, ME Gallery dan Infinite. Ketiga peritel ini menjual macbook dengan harga yang bervariasi dan memiliki selisih 1 jutaan. Yang termahal adalah iBox dan termurah ME gallery.

Ketiga peritel ini menjual Macbook dengan iming-iming garansi resmi Apple dan katanya mereka menolak garansi produk Apple yang dibeli dari toko selain mereka. Produk-produk tersebut kata mereka adalah Black Market meskipun memiliki garansi internasional.

Selain mengunjungi toko-toko tersebut saya juga berselancar di berbagai website dan toko online. Saya mencari pengalaman orang yang membeli Macbook Air di penjual resmi seperti iBox, dll, dan juga pengalaman mereka yang membeli di toko online seperti Tokopedia, BliBli dan JD.

Tentu membeli di toko resmi lebih nyaman karena ada garansi, tapi membeli di toko resmi tersebut juga mahal, bahkan sangat mahal. Selisih jual mereka dengan toko online adalah 3 juta. Padahal membeli di toko online juga mendapat garansi.

Garansi yang diberikan oleh toko online tersebut adalah garansi internasional. Umumnya penjual membeli Macbook Air dan produk Apple lainnya di Singapura. Dan seperti kita tahu harga jual Macbook di Singapura jauh lebih murah dibandingkan harga di toko resmi Indonesia.

Jadi mekanisme garansi yang digunakan toko online tersebut adalah jika ada kerusakan di masa garansi maka kita akan mempercayakan produk yang kita beli kepada mereka untuk dibantu klaim ke Singapura.

Berisiko? iya tentu. Duit udah mereka pegang, barang juga ada sama mereka. Dan pada umumnya penjual di toko online tidak mencantumkan alamat fisik mereka jadi pembeli tidak tahu keberadaan mereka. Jadi sebagai pembeli posisi kita sangat lemah.

Tapi begitulah risikonya. Jika ingin lebih nyaman dan punya duit lebih belilah di toko resmi. Kalau mau hemat jutaan beli di Tokopedia atau toko online lain.

Tapi jangan salah.. dari pengalaman pembeli di peritel resmi, layanan after sale di toko resmi Apple di Indonesia sangat buruk. Pembeli musti menunggu sekitar 3 bulanan untuk mendapatkan perbaikan atau pergantian produk. Sangat jauh dengan servise Apple Store yang ada di Singapura yang rata-rata hanya butuh waktu 3 hari sampai komplain teratasi.

Jadi pintar-pintarlah mencari penjual terpercaya di toko online seperti Tokopedia. Jangan asal beli karena harga murah. Baca review dan ulasan para pembeli di lapak mereka. Tanyakan jika tak jelas dan minta garansi jika produk yang dibeli ternyata bekas atau refurbish.

Alhamdulillah saya membeli macbook air di tokopedia dan paket belum diaktivasi alias BNIB. Awalnya luar biasa deg-degan tapi setelah membaca ulasan-ulasan agak nyaman dan setelah barang sampai agak lega dikit sambil berdoa mudah-mudahan macbook ini gak kenapa-kenapa setidaknya selama 1 tahun ke depan.

Mudah-mudahan, kalau memang ada kerusakan, iBox mau terima dan kalau ditolak, saya akan menghubungi seller untuk dibantu klaim ke Apple Store Singapura.

Bagi yang ingin tahu seller tempat saya belanja di Tokopedia bisa inbox saya di facebook. Nanti saya kasih namanya dengan catatan saya tidak tanggung jawab sama pembelian anda yaa.. namanya juga bagi-bagi informasi.

This slideshow requires JavaScript.