Kisah Penunggang Kuda

March 31st, 2010 § 0

Pada jaman dahulu, ada seorang kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau. Tentu saja, sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik ke atas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin. Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk pergi secepat mungkin. Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat. Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah? Sekarang saya sekarat dan aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri.”

Kisah di atas sama dengan perjalanan hidup kita. Setiap hari kita memaksa diri kita dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasaan atau ketenaran. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, keindahan lingkungan sekitar dan hobi yang kita sukai. Suatu hari, ketika kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak membutuhkan uang, kekuasaan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita tidak bisa mengembalikan waktu-waktu yang telah kita lewatkan.

Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran.

Hidup ini jelas bukan tentang pekerjaan! Bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup sehingga kita bisa menikmati keindahan dan kebahagian dari kehidupan.

Hidup adalah keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga dan waktu pribadi.

Anda harus memutuskan bagaimana anda ingin menyeimbangkan hidup anda.

Tentukan dan atur prioritas hidup anda. Hidup ini rapuh, Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan hidup anda, seimbangkan gaya hidup dan nikmatilah KEHIDUPAN..

Kenapa kamu menangis?

March 28th, 2010 § 0

Seorang teman men tag tulisan ini di FB. Moral ceritanya bagus, saya tulis ulang disini supaya gak ilang. Thanks to Ayn.

Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau itu hanya akan menghancurkan perasaannya…

Jangan pernah menatap matanya jika semua yg kamu lakukan hanya bohong..

Hal yg paling kejam adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kamu tidak mencintainya…
<3 <3 <3
Suatu hari, seseorang yg sedang putus cinta menangis di taman, saat itu datang seorang ahli filsafat bertanya padanya, “Kenapa kamu menangis???”

Orang itu menjawab, “aku sangat sedih, knp dia meninggalkan ku???!”

Lalu ahli filsafat itu tertawa sambil berkata.. “Kamu bodoh sekali..”

Lalu org itu menjawab..
“Kamu ini bagaimana??? Aku sedang putus cinta sudah cukup menyedihkan, tak apalah kl km tak membujukku, tp kamu masih juga menertawai ku.”

“Bodoh, kamu tak perlu sedih, karna yg seharusnya sedih adalah dia” kata org filsafat itu

“Knp dia yg bersedih, kan dia yg memutuskan ku???”

Kata org itu.. “Karna kamu hanya kehilangan org yg TAK mencintaimu, tetapi dia kehilangan org yg SANGAT mencintainya.” Jawab ahli filsafat itu.
<3 <3 <3
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.

Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.

Semoga kamu menemukan orang seperti itu….:D:D

Silahkan copy paste yang suka.

Where am I?

You are currently viewing the archives for March, 2010 at Anshar Blog.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes