Jadi begini, jumlah poin saya di telkomsel mencapai 1800-an lebih, dan akan expire tanggal 31 desember 2017. Sebelum expire saya bermaksud menggunakannya.

Pilihan saya jatuh ke lazada, karena ada program tukar poin 1600 dengan voucer belanja senilai 200.000. Lumayan kan?

Disinilah masalahnya.

Setelah memilih beberapa barang dengan total belanjaan 369.000 saya pun menggunakan kode voucer dari telkomsel yaitu TSELfwmy9w dan betul mendapat potongan 200.000. Jadi sisa yang harus saya bayar tentunya 169.000.

Nah sewaktu saya menekan tombol pembayaran dan memilih metode transfer bank BCA menggunakan BCAklikpay, saya mendapat notifikasi di halaman klikpay bahwa pembayaran saya tidak valid.

Karena tidak valid saya pun menekan tombol back dan bermaksud melakukan order ulang di lazada. Masalahnya adalah saat saya memasukkan kode voucer telkomsel, muncul notifikasi kalau voucer sudah pernah digunakan, artinya tidak bisa lagi saya pakai.

Tadi siang saya masih menemukan nomor order tersebut yaitu #3712113832 di panel saya di lazada. Sayangnya malam ini, saat menulis artikel ini, order tersebut sudah hilang tak berbekas.

Tidak ada sama sekali tanda bahwa saya pernah melakukan order.

Saya rugi dong 200.000.

Saya menghubungi Lazada, oleh CS nya disuruh hubungi Telkomsel.

Saya menghubungi Telkomsel, oleh CS nya saya disuruh menghubungi Lazada.

Sebagai kesimpulan, saya sangat mencurigai voucer dari telkomsel poin penyebab pembayaran di lazada jadi invalid. Mengapa? sebab saya sudah biasa menggunakan kode voucer saat belanja dan tidak pernah mengalami hal seperti ini.

Jadi untuk teman-teman yang punya telkomsel poin dan bermaksud menukarnya, saya tidak merekomendasikan menukarnya di lazada atau di market place lain. Ada risiko pembayaran Anda invalid.

Lebih baik Anda tukar saja poin-poin itu dengan hadiah di grapari atau ikutan undian berhadiahnya.

Kode voucer dari Telkomsel

Notifikasi kode voucer tidak lagi bisa digunakan.

Beberapa tahun yang lalu saya mencari aplikasi keuangan untuk keperluan personal atau pribadi di Android. Tujuannya memang supaya saya bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran harian saya.

Dari puluhan aplikasi yang telah saya coba, baik itu berbayara maupun gratisan, saya menjatuhkan pilihan ke Financisto.

Aplikasi ini bersifat free source alias gratisan. Tapi meski gratisan, fitur-fitur di dalamnya mengalahkan banyak aplikasi berbayar. Aplikasi ini hanya kalah di tampilan saja, memang sih tampilannya kurang segar, tidak secantik aplikasi lainnya yang berbayar.

Dalam 4 tahun ini saya sudah mengganti hp sebanyak 5 kali, tapi di hp android apapun yang saya beli, saya tetap menginstal Financisto. Yah aplikasi ini memiliki fitur export import via google drive dan dropbox, jadi tidak perlu khawatir kehilangan data.

Bahkan satu-satunya alasan saya tidak pindah ke iphone adalah karena financisto belum memiliki aplikasi di App store. Tapi itu dulu, sekarang setelah punya iphone, saya masih menggunakan financisto di hp androis saya yang berfungsi sebagai feature phone.

Sebelum menggunakan Android, saya adalah Blackberry user. Salah satu fitur yang saya sukai dari Blackberry adalah AutoText, dimana kita bisa menghemat waktu dengan menyimpan text atau kalimat dalam bentuk template yang akan kita gunakan sewaktu-waktu.

Fitur Auto Text sangat cocok digunakan oleh Customer service (CS) toko online yang tiap hari mesti menjawab pertanyaan calon pembeli, dimana jawabannya biasanya sama saja. Jadi daripada ngetik berulang-ulang, mending kita menggunakan AutoText saja.

Sewaktu pindah ke Android, jujur saya merindukan fitur Autotext blackberry ini. Adapun di hp android ada fitur yang namanya Personal Dictionary yang kurang lebih sama fungsinya dengan Auto Text.

Sayang fitur ini punya kelemahan yaitu kalimat/phrasenya sangat singkat, jumlah huruf yang diijinkan hanya sekitar 60 kata saja. Pendek sekali bukan?

Setelah searching ke Google Playstore, saya menemukan beberapa aplikasi sms yang mungkin bagus, tapi yang saya pilih untuk gunakan adalah aplikasi Texpand – Text Shortcuts. Downloadnya disini.

Aplikasi ini sangat bagus untuk menyingkat pekerjaan menulis kalimat yang panjang. Kita tinggal menulis Shortcut dan Phrase-nya, jadi deh.

Untuk kamu yang kangen dengan Autotext blackberry, bisa download dan gunakan aplikasi Texpand ini.

Setelah mereview ADNOW tahun lalu yang masih beriklan di web saya sampai hari ini, kali ini saya akan mereview MGID. Apakah bagus atau tidak, setidaknya untuk website saya.

Jadi, sekitar 4 hari yang lalu saya mencoba-coba menggunakan MGID untuk memonetisasi trafik website. Network ini direkomendasikan oleh beberapa blogger karena memiliki sistem yang baik dan script yang tidak memberatkan website.

Selain itu, kita bisa memilih tampilan iklan seperti yang kita mau. Ukuran banner lengkap dan iklan mobile mereka juga terlihat menarik.

Saya sendiri memilih menggunakan banner 1 biji image yang saya letakkan pas di tengah-tengah artikel. Pengalaman saya dengan posisi ini biasanya mendapat pemasukan di atas 5 juta per bulan.

Sayang sekali CPM dari GMID sangat rendah. Bayangkan untuk setiap 1000 impressi saya hanya mendapat $0.04 dan paling tinggi $0.09. Jadi sehari saya hanya bisa memperoleh sekitar $3-$5, sangat jauh dari ekspektasi saya yakni $20 per hari.

Oleh karena itu, saya berhenti menggunakan GMID. Terlalu berisiko bagi SEO memasang banner di tengah artikel, apalagi dengan pemasukan yang sangat rendah.

Kesimpulan saya, GMID tidak direkomendasikan untuk website berbahasa Indonesia. Mungkin teman yang lain memiliki pengalaman berbeda. Silahkan tulis review dan pengalaman menggunakan MGID di kolom komentar.

Berikut ini screenshot 4 hari saya di GMID.

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan