Financisto Aplikasi Keuangan Terbaik Android

Beberapa tahun yang lalu saya mencari aplikasi keuangan untuk keperluan personal atau pribadi di Android. Tujuannya memang supaya saya bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran harian saya.

Dari puluhan aplikasi yang telah saya coba, baik itu berbayara maupun gratisan, saya menjatuhkan pilihan ke Financisto.

Aplikasi ini bersifat free source alias gratisan. Tapi meski gratisan, fitur-fitur di dalamnya mengalahkan banyak aplikasi berbayar. Aplikasi ini hanya kalah di tampilan saja, memang sih tampilannya kurang segar, tidak secantik aplikasi lainnya yang berbayar.

Dalam 4 tahun ini saya sudah mengganti hp sebanyak 5 kali, tapi di hp android apapun yang saya beli, saya tetap menginstal Financisto. Yah aplikasi ini memiliki fitur export import via google drive dan dropbox, jadi tidak perlu khawatir kehilangan data.

Bahkan satu-satunya alasan saya tidak pindah ke iphone adalah karena financisto belum memiliki aplikasi di App store. Tapi itu dulu, sekarang setelah punya iphone, saya masih menggunakan financisto di hp androis saya yang berfungsi sebagai feature phone.

Aplikasi Auto Text di Hp Android, Cocok Untuk yang Punya Bisnis Online

Sebelum menggunakan Android, saya adalah Blackberry user. Salah satu fitur yang saya sukai dari Blackberry adalah AutoText, dimana kita bisa menghemat waktu dengan menyimpan text atau kalimat dalam bentuk template yang akan kita gunakan sewaktu-waktu.

Fitur Auto Text sangat cocok digunakan oleh Customer service (CS) toko online yang tiap hari mesti menjawab pertanyaan calon pembeli, dimana jawabannya biasanya sama saja. Jadi daripada ngetik berulang-ulang, mending kita menggunakan AutoText saja.

Sewaktu pindah ke Android, jujur saya merindukan fitur Autotext blackberry ini. Adapun di hp android ada fitur yang namanya Personal Dictionary yang kurang lebih sama fungsinya dengan Auto Text.

Sayang fitur ini punya kelemahan yaitu kalimat/phrasenya sangat singkat, jumlah huruf yang diijinkan hanya sekitar 60 kata saja. Pendek sekali bukan?

Setelah searching ke Google Playstore, saya menemukan beberapa aplikasi sms yang mungkin bagus, tapi yang saya pilih untuk gunakan adalah aplikasi Texpand – Text Shortcuts. Downloadnya disini.

Aplikasi ini sangat bagus untuk menyingkat pekerjaan menulis kalimat yang panjang. Kita tinggal menulis Shortcut dan Phrase-nya, jadi deh.

Untuk kamu yang kangen dengan Autotext blackberry, bisa download dan gunakan aplikasi Texpand ini.

Pengalaman Menggunakan MGID Untuk Monetisasi Website

Setelah mereview ADNOW tahun lalu yang masih beriklan di web saya sampai hari ini, kali ini saya akan mereview MGID. Apakah bagus atau tidak, setidaknya untuk website saya.

Jadi, sekitar 4 hari yang lalu saya mencoba-coba menggunakan MGID untuk memonetisasi trafik website. Network ini direkomendasikan oleh beberapa blogger karena memiliki sistem yang baik dan script yang tidak memberatkan website.

Selain itu, kita bisa memilih tampilan iklan seperti yang kita mau. Ukuran banner lengkap dan iklan mobile mereka juga terlihat menarik.

Saya sendiri memilih menggunakan banner 1 biji image yang saya letakkan pas di tengah-tengah artikel. Pengalaman saya dengan posisi ini biasanya mendapat pemasukan di atas 5 juta per bulan.

Sayang sekali CPM dari GMID sangat rendah. Bayangkan untuk setiap 1000 impressi saya hanya mendapat $0.04 dan paling tinggi $0.09. Jadi sehari saya hanya bisa memperoleh sekitar $3-$5, sangat jauh dari ekspektasi saya yakni $20 per hari.

Oleh karena itu, saya berhenti menggunakan GMID. Terlalu berisiko bagi SEO memasang banner di tengah artikel, apalagi dengan pemasukan yang sangat rendah.

Kesimpulan saya, GMID tidak direkomendasikan untuk website berbahasa Indonesia. Mungkin teman yang lain memiliki pengalaman berbeda. Silahkan tulis review dan pengalaman menggunakan MGID di kolom komentar.

Berikut ini screenshot 4 hari saya di GMID.

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

 

Cara Import Password dari Browser Chrome ke Safari

Bagi teman yang baru migrasi dari PC windows ke sistem Mac tentu akan bingung bagaimana memindahkan password (auto fill) yang ada di browser chrome ke safari.

Begitu pun saya saat pertama kali menggunakan Safari. Bingung karena banyak username dan password yang tidak ingat karena selama ini auto fill dari chrome sewaktu menggunakan Windows.

Tentu saja ini masalah.

Nah, barusan saya searching ke forum-forum Mac dan paham bahwa Safari hanya dapat mengimport Bookmark dan Favourite dari Chrome. Sementara daftar Password yang ada di Chrome tidak bisa diimport otomatis.

Untuk mengakalinya cukup mudah, yaitu mengeksport daftar Password pada Chrome dan menyimpannya sebagai file .csv. Daftar password ini kemudian dibuka menggunakan program ms excell.

Dari situ baru kita pindahkan ke Safari satu per satu. Masih agak ribet tapi masih lebih mendingan dari pada harus buka chrome setiap kali butuh password di safari.

Berikut ini cara export password chrome:

  1. Buka chrome dan ketikkan perintah ini: chrome://flags/#password-import-export
  2. Cari kalimat: Password import and export lalu ubah pengaturannya dari Deafult menjadi Enable.
  3. Sudah itu klik Relaunch Now.
  4. Buka new tab di chrome dan masuk ke Setting dan pilih Manage Passwords.
  5. Nanti akan muncul dua pilihan yaitu Import dan Export. Klik Export untuk memidahkan daftar password ke .csv.

Sudah gitu aja. Cara import file .csv ke safari belum tahu caranya.