Sebelum menggunakan Android, saya adalah Blackberry user. Salah satu fitur yang saya sukai dari Blackberry adalah AutoText, dimana kita bisa menghemat waktu dengan menyimpan text atau kalimat dalam bentuk template yang akan kita gunakan sewaktu-waktu.

Fitur Auto Text sangat cocok digunakan oleh Customer service (CS) toko online yang tiap hari mesti menjawab pertanyaan calon pembeli, dimana jawabannya biasanya sama saja. Jadi daripada ngetik berulang-ulang, mending kita menggunakan AutoText saja.

Sewaktu pindah ke Android, jujur saya merindukan fitur Autotext blackberry ini. Adapun di hp android ada fitur yang namanya Personal Dictionary yang kurang lebih sama fungsinya dengan Auto Text.

Sayang fitur ini punya kelemahan yaitu kalimat/phrasenya sangat singkat, jumlah huruf yang diijinkan hanya sekitar 60 kata saja. Pendek sekali bukan?

Setelah searching ke Google Playstore, saya menemukan beberapa aplikasi sms yang mungkin bagus, tapi yang saya pilih untuk gunakan adalah aplikasi Texpand – Text Shortcuts. Downloadnya disini.

Aplikasi ini sangat bagus untuk menyingkat pekerjaan menulis kalimat yang panjang. Kita tinggal menulis Shortcut dan Phrase-nya, jadi deh.

Untuk kamu yang kangen dengan Autotext blackberry, bisa download dan gunakan aplikasi Texpand ini.

Setelah mereview ADNOW tahun lalu yang masih beriklan di web saya sampai hari ini, kali ini saya akan mereview MGID. Apakah bagus atau tidak, setidaknya untuk website saya.

Jadi, sekitar 4 hari yang lalu saya mencoba-coba menggunakan MGID untuk memonetisasi trafik website. Network ini direkomendasikan oleh beberapa blogger karena memiliki sistem yang baik dan script yang tidak memberatkan website.

Selain itu, kita bisa memilih tampilan iklan seperti yang kita mau. Ukuran banner lengkap dan iklan mobile mereka juga terlihat menarik.

Saya sendiri memilih menggunakan banner 1 biji image yang saya letakkan pas di tengah-tengah artikel. Pengalaman saya dengan posisi ini biasanya mendapat pemasukan di atas 5 juta per bulan.

Sayang sekali CPM dari GMID sangat rendah. Bayangkan untuk setiap 1000 impressi saya hanya mendapat $0.04 dan paling tinggi $0.09. Jadi sehari saya hanya bisa memperoleh sekitar $3-$5, sangat jauh dari ekspektasi saya yakni $20 per hari.

Oleh karena itu, saya berhenti menggunakan GMID. Terlalu berisiko bagi SEO memasang banner di tengah artikel, apalagi dengan pemasukan yang sangat rendah.

Kesimpulan saya, GMID tidak direkomendasikan untuk website berbahasa Indonesia. Mungkin teman yang lain memiliki pengalaman berbeda. Silahkan tulis review dan pengalaman menggunakan MGID di kolom komentar.

Berikut ini screenshot 4 hari saya di GMID.

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

Monetisasi GMID tidak saya rekomendasikan

 

Bagi teman yang baru migrasi dari PC windows ke sistem Mac tentu akan bingung bagaimana memindahkan password (auto fill) yang ada di browser chrome ke safari.

Begitu pun saya saat pertama kali menggunakan Safari. Bingung karena banyak username dan password yang tidak ingat karena selama ini auto fill dari chrome sewaktu menggunakan Windows.

Tentu saja ini masalah.

Nah, barusan saya searching ke forum-forum Mac dan paham bahwa Safari hanya dapat mengimport Bookmark dan Favourite dari Chrome. Sementara daftar Password yang ada di Chrome tidak bisa diimport otomatis.

Untuk mengakalinya cukup mudah, yaitu mengeksport daftar Password pada Chrome dan menyimpannya sebagai file .csv. Daftar password ini kemudian dibuka menggunakan program ms excell.

Dari situ baru kita pindahkan ke Safari satu per satu. Masih agak ribet tapi masih lebih mendingan dari pada harus buka chrome setiap kali butuh password di safari.

Berikut ini cara export password chrome:

  1. Buka chrome dan ketikkan perintah ini: chrome://flags/#password-import-export
  2. Cari kalimat: Password import and export lalu ubah pengaturannya dari Deafult menjadi Enable.
  3. Sudah itu klik Relaunch Now.
  4. Buka new tab di chrome dan masuk ke Setting dan pilih Manage Passwords.
  5. Nanti akan muncul dua pilihan yaitu Import dan Export. Klik Export untuk memidahkan daftar password ke .csv.

Sudah gitu aja. Cara import file .csv ke safari belum tahu caranya.

Ceritanya begini, hardisk eksternal saya selama ini memang digunakan sebagai tempat untuk memback up file-file penting. Dan selama saya menggunakan pc windows, hard disk ini tetap setiap menemani sebagai tempat menyimpan file.

Masalah baru muncul ketika saya beralih ke macbook 2 minggu lalu. Hardisk yang sudah berusia 10 tahun lebih ini ternyata tidak bisa digunakan di mesin macbook karena format sistemnya berbeda. Kalau windows kan NTFS kalau macbook entah apalah.

Ketika hardisk SATA ini dicolok ke macbook air, dia cuma bisa di copy dan paste saja. Mac tidak bisa menghapus file-file di dalam hardisk. Bingung dong? kenapa bisa?

Akhirnya googling deh.. dan ketahuan bahwa hardisk eksternal harus di wipe atau diformat jika mau digunakan di macbook.

Cara formatnya seperti ini:

  • Ketik command + space untuk membuka spotlight
  • Ketik disk utility
  • Pilih partisi yang akan diformat lalu pilih Erase.
  • Muncul kotak dialog, pilih jenis Format Mac OS Extended (journaled), lalu tekan tombol Erase.
  • Beres deh semua data hilang lang lang.

Dalam kasus saya, hardisk eksternal ini memiliki dua partisi dan saya ingin menghapusnya dan menjadikannya menjadi satu partisi saja.

Masalahnya adalah, tombol partisi yang ada di Disk Utility tidak bisa diklik. Jadi tidak bisa dihapus atau diapa-apain. Lalu bagaimana cara menghapus partisi-partisi itu?

Dari searching di google ketemu jawabnya yaitu menggunakan perintah tertentu di terminal.

  • Ketik command + space untuk membuka spotlight
  • Ketik terminal
  • Ketika perintah ini: diskutil list untuk melihat daftar disk yang terhubung ke macbook
  • Lalu lanjut dengan perintah ini: diskutil erasedisk hfs+ External GPT /dev/disk2

Perintah ini akan menghapus, memformat lalu memberi nama hardisk kita External.

Ya sudah gitu aja. Kalau dapat ilmu baru saat belajar macbook akan saya upload lagi di blog ini, semoga bermanfaat.